Perawat Doyan Pelatihan Entreprenur

Di kelurahan Simomulyo, kecamatan Sukomanunggal, Surabaya Barat terdapat sebuah  puskesmas yang Unit Gawat Darurat (UGD) nya buka 24 jam. Bangunan yang didominasi dengan warna hijau tua tersebut merupakan puskesmas pertama di Surabaya yang memiliki fasilitas UGD 24 jam dan ruang rawat inap.

Dibukanya fasilitas ruang rawat inap di puskesmas tersebut tidak lain adalah  merupakan ide kreatif dari Endang Rahayu. Wanita yang lahir 37 tahun silam tersebut, merupakan perawat yang memiliki kemampuan khusus dan memiliki pengalaman yang cukup lama dibidangnya.

Endang Rahayu, haus ilmu bisnis

“ Sebelum menjadi perawat di sini, saya dulu menjadi perawat di RS. Al-Irsyad selama 15 tahun di bagian UGD. Jadi terasa lebih ringan, dari rumah sakit ke puskesmas” tuturnya sambil menunjukkan senyum khasnya.

Dalam kehidupannya saat berumah tangga dengan Sugeng Hariadi, Endah pernah merasakan jatuh bangun dalam kehidupan. Demi memiliki rumah sendiri, ia rela membantu suaminya mencari rizki tambahan dengan berjualan bakso dan soto. “Waktu itu saya dan suami bertekad untuk memiliki rumah sendiri. Pada saat itu pula kami baru mempunyai anak pertama. Ya akhirnya kami sisakan hasil penjualan buat bangun rumah dan pakaian anak saya, meski kami harus rela tidak beli baju selama satu tahun” kenang ibu tiga anak tersebut.

Kini wanita yang aktif mengikuti berbagai pelatihan entrepreneur dan pengobatan Timur Tengah tersebut selain menjadi PNS di Puskesmas Simomulyo, dia memiliki berbagai usaha yang ia bangun bersama suaminya. “Setelah pulang dari puskesmas, saya langsung buka praktek pengobatan tradisional di rumah ibu saya Jl. Simorukun Gang 3, atau di rumah saya sendiri”  akunya.

Endang mengakui bahwa kegemaranya mengikuti pelatihan-pelatihan entrepreneur sendiri dirasakan sejak ia berada dalam bangku kuliah. Bahkan kebiasaan tersebut kini ia rasakan semakin lama semakin meningkat. Ada banyak pelatihan yang ia ikuti baik yang dilakukan di dalam kota maupun luar kota. “Saya ingat waktu ada pelatihan di Jakarta. Saat itu saya masih dinas di rumah sakit. Jumat berangkat dari Surabaya, Sabtu pagi sampai di Jakarta kemudian mengikuti pelatihan selama dua hari, Sabtu siang sampai Minggu siang. Kemudian langsung pulang ke Surabaya senin pagi, setelah itu sorenya langsung jaga di rumah sakit. Bahkan kalau saya jenuh di rumah, suami saya yang mengikutkan saya untuk mengikuti pelatihan” tuturnya kemudian disusul tawa renyahnya.

Endang berharap dengan sering mengikuti pelatihan entrepreneur dan pengobatan Timur Tengah ia dapat mengembangkan binisnya dan juga klinik Batra (Pengobatan Tadisional)-nya. “ Kalau ikut pelatihan tersebut, selain menambah ilmu juga menambah kolega bisnis bahkan pasien batranya” ujarnya. (RRS/PKPU/Surabaya)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s