Endang Rahayu : Tabung Peduli Unik, Memudahkan untuk berbagi

Endang Rahayu (tengah), di antara teman sejawat di Puskesmas Simomulyo

Sosok seperti Endang Rahayu ini jarang bisa dijumpai dalam  dunia entrepreneur. Pasalnya, wanita yang mengeluti bisnis pengobatan tradisional (Batra) ini adalah seorang perawat aktif di Puskesmas Simomulyo, Surabaya. Kesibukannya sebagai perawat di Puskesmas tersebut tidak mengendorkan semangatnya dalam menambah ilmu pengetahuan tentang entreprenur dan juga berbagi pengalaman dengan komunitas bisnis yang ia ikuti.

Ibu dari Akbar Wahyu Al-Ghifari, Ahmad Rizqi Al-qifari dan Azrul Fahmi A-Ghifari ini tak lelah menimba ilmu tentang cara mengelolah bisnis. “Saya pengen, dengan mengikuti pelatihan entrepreneur, saya berharap dapat mengembangkan klinik Batra saya” ungkapnya.

Tidak sedikit pelatihan yang telah ia lakoni, dan tidak sedikit pula komunitas bisnis yang ia ikuti, Salah satunya komunitas IIBF (Indonesian Islamic Bussines Forum). Komunitas yang dipimpin oleh Happy Trenggono ini memberi pencerahan kepada Endang akan pentingnya bersedekah untuk kelancaran bisnis yang kita geluti. “Keajaiban sedekah dalam mendongkrak rizqi kita sudah banyak diterangkan dan dibuktikan oleh banyak orang. Makanya saya membuktikan hal tersebut dengan menyisihkan sebagian rizki untuk disalurkan ke orang yang membutuhkan” terang wanita yang telah satu tahun menjadi donatur Tabung Peduli PKPU Surabaya kepada tim GIVING.

Saat ditanya terkait menjadi donatur PKPU, Endang menceritakan awal mula dia mengenal Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU. “Waktu itu saya ikut pelatihan IIBF di Hotel Singgasana. Saat sebelum pemaparan materi dari Pak Happy Trenggono, ditunjukkanlah video tentang PKPU dan kegiatannya. Tapi saya belum tertarik menjadi donatur,” terangnya.

Pada saat mengikuti pelatihan entrepreneur IIBF ke dua di Jatim Expo yang bertemakan  “Beli Indonesia” tersebut membuat Endang  kembali lagi dipertemukan dengan PKPU. Dan saat itulah dia memutuskan untuk menjadi donatur Tabung Peduli. “Saya melihat, program Tabung Peduli ini unik. Berbeda dengan lembaga amil zakat yang selama ini saya ikuti. Apalagi untuk mengisinya fleksibel dan tidak terikat. Jadi kalau ada uang sisa dari jatah uang makan, atau dari rizki yang tak diduga, bisa langsung dimasukkan ke tabung untuk membantu” akunya sambil tertawa renyah.

Endang juga mengaku dengan menjadi donatur Tabung Peduli, ia merasa bisnis yang selama ini ia jalankan tersebut menjadi tambah lancer. Meskipun ia pernah mengalami ditipu oleh patnernya dalam usaha pengobatan tradisional. “Setelah patner saya mulai bisa pengobatan akupuntur, ia mulai mengambil pasien saya. Namun saya ikhlas karena rizki sudah ada yang mengatur” ungkapnya.

Oleh sebab itu ia bertekat untuk selalu menyisihkan rizqinya untuk kegiatan amal, guna memperlancar usaha yang telah ia geluti selama ini. (RRS/PKPU/Surabaya)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s